THE CORNER OF MY WORLD

Everyone has a story of their life. Here are mine: stories about love, friendship, family, dreams, and hopes, all set in the corner of my world. Fortunately, despite this big world, I have found my own little corner :D

Powered by Blogger.
Kubar adalah singkatan dari Kutai Barat, salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang bebatasan langsung dengan Kalimantan Tengah. Kubar menjadi tempat yang special buat saya. Pertama, karena disana adalah tempat KKN saya tahun 2016. Banyak sekali kenangan sama temen-temen KKN di sana. Kedua, karena Kubar punya banyak sekali spot wisata alam yang sangat indah, natural dan belum tereksplorasi. Ketiga Kubar itu sangat eksotis. Ya daerahnya, budayanya, masyarakatnya, dan Suku Dayaknya. Bersyukur sekali akhir tahun 2017 lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kubar lagi.

Saya ke Kubar untuk liputan pariwisata Exploring Pesona Indonesia bersama tim dari Dispar (Dinas Pariwisata) Provinsi. Awalnya saya cuma diajak Kak Tebe, Wartawan ANTV yang juga senior saya di Sketsa. Dia butuh reporter untuk tim liputannya. Sebenernya dia ngajak Adhel dan Adnin (reporter di Sketsaproduction) tapi karena perginya weekdays, keduanya gak bisa karena bertabrakan sama jadwal kuliah. Terpaksalah pilihannya jatuh ke saya yang whic is udah gak ada kuliah lagi (baca tugas akhir). Saya sebenarnya juga agak berat untuk nerima, karena saya juga ada jadwal bimbingan, deadline sidang, dan menghadiri pendadaran temen. Gak tau apa Kak Tebe yang pinter banget mbujuk (dia itu bisa buat kita gak bilang enggak alias bilang yes buat semua yang dia bilang). Atau saya yang kasian sama Kak Tebe karena udah kepusingan cari host. Jadi ya udah saya iyain. Untuk meyakinkan saya buat mantap pergi, saya tanya ke dia "Ada gajinya kan?" dan katanya ADA. Oke, ambil tanpa ragu. Haha
***
Kami berangkat-pulang dari tanggal 13 -15 Desember. Rabu, Kamis, Jumat. Rabu siang berangkat, Kamis, Jumat syuting → sorenya langsung balik Samarinda. Heol. Perjalanan yang super sekali. Untuk diketahui, perjalanan darat Samarinda- Kubar itu sekitar 9 jam lebih. 

Rabu (13/12) siang, kami kumpul di kantor dispar. Kenalan dulu sama tim, yang terdiri dari orang-orang dispar dan beberapa wartawan TV. Tim dispar ada Pak Syafrudin Pernyata (Kadis) Pak Iwan (Kabid Destinasi), Mas Adit dan mas gak tau lupa namanya (driver). Wartawanya ada Kak Tebe (ANTV), Bu Sari (RTV), Kak Yadi dan Mbak Mala (MNC Group) sama Kak Dhani (NET TV). Selama perjalanan yang ber jam-jam itu, dipotong berhenti berkali-kali, saya cuma tidur sambil dengeri musik dari earphone aja. Jalanannya emang mulus aja bikin nyaman buat tidur, pemandangannya juga hijau hutan yang bisa refresh pikiran. Nah, kalo jalannya udah berasa geronjalan, Alhamdulillah berati udah masuk ke Kubarnya. 

Sampai di Kubar sekitar jam 12 malam, kami bermalam di Hotel Grand Family. Barong Tongkok. saya sekamar bareng Bu Sari dan Mbak Mala. Beda banget pas KKN dulu yang tidurnya lesehan kayak pengungsi di Lamin. Oh ya Mbak Mala ini ternyata Nirmala Yukiko, Duta Wisata kota Samarinda 2015. Doi terkenal banget lah di Unmul. Gak tau dah saya kemana aja selama ini. 

Lanjut di hari kedua, Kamis 14 Desember adalah hari pertama syuting. Take pertama, saya opening gitu di depan hotel. Kirain kan scriptnya udah lengkap, saya tinggal baca gitu. Taunya improve total. Udah saya ini amatiran, disuruh improve lagi, gak tau dah ngomong apa aja itu. 


Abaikan saya ngomong apa aja, kita langsung aja ke tempat-tempat wisata yang kami kunjungi waktu itu. Hari pertama kita ke tempat-tempat di bawah ini; (Yang masuk dalam list 1,2, dst bisa jadi rekomendasi tempat wisata yang bisa kalian kunjungi kalau ke Kubar). Check this out!


1. Danau Beluq
Danau ini terletak di Kampung Dempar Kecamatan Nyuatan. Yang unik di Kubar ini, danaunya terletas di dataran tinggi atau di pegunungan. Jadi hawanya sejuk. Termasuk Danau Beluq ini. Ketika kami sampai, kami disambut dengan upacara adat sekaligus pembukaan acara Exploring Pesona Indonesia. Jadi ada sambutan-sambutan gitu dari Pak Camat, Kadis Pariwisata Kubar sampe Kadis Provinsi. Sementara para wartawan pada keluyuran ngeliput angle masing-masing. Danaunya sebenernya indah, airnya hitam jernih terus dikelilingi hutan lebat. Jadi pantulan pohonnya terpancar di air danau. Ditambah burung-burung walet yang beterbangan, eksotis! Sayangnya danau ini sedikit tidak terurus karena banyak rumput liar gitu di permukaan airnya. 

Tapi itulah yang jadi angle liputan kami. Kak Tebe emang pinter cari angle. Jadi kami take video naik sampan ke tengah danau sambil bersihin rumput liar yang mengapung di permukaan danau. Kami ditemani Pak Lukas yang biasa bersihin danau ini. Agak horor sih karena sampannya itu sampan kayu kecil yang udah agak rapuh. Dan harusnya itu untuk kapasitas dua orang aja, tapi kita naikin bertiga. Apalagi saya gak bisa berenang sodara-sodara! Jadi uji nyali sekali waktu itu. 



Rombongan Tim Dispar dan warga setempat berfoto di depan Danau Beluq setelah upacara Pembukaan.


Seperti Cermin: Pohon-pohon yang terpantul dari permukaan danau.

Meringis: Padahal was-was perahunyan bakal tenggelam. 


2. Jantur Inar
Jantur itu artinya air terjun. Semua air terjun di Kubar itu disebutnya Jantur. Mungkin sama kayak di Jatim yang nyebutnya coban atau Jawa barat yang nyebutnya Curug. Artinya sama. Air terjun. Nah di Kubar ini banyak benget wisata air terjunnya. Di kecamatan Nyuatan aja katanya ada 14 air terjun.  Dan semuanya keren. Gak kalah deh kayak air terjun di Jawa. Airnya jernih dengan batu-batu hitam di bawahnya. Soalnya dulu, saya pertama kali liat air terjun kan di Samarindayang warna airnya coklat. Jadi saya pikir di Kalimantan gak ada air terjun yang jernih kayak di Jawa. Ternyata di Kubar ada, hehe. Kurang jauh emang mainnya. 

Nah Jantur Inar ini air terjun tertinggi di Kubar. Tingginya sekitar 45 meter. Jalannya cukup jauh ke tengah hutan dan sayangnya dari jalan raya gak ada tanda penunjuk jalan semacam tanda panah, atau gapura selamat datang menuju Jantur Inar. Jadi bakal bingung  kalo gak bawa orang asli Kubar atau tour guide yang udah pernah kesana.Untuk menemukan air terjunnya, kita harus nurunin 150 anak tangga ke bawah. Siap-siapa aja ngos-ngosan naik tangga pas balik. Tapi kebayar sih dengan keindahan Jantur Inar. Gak bakal nyesel deh kalo udah kesana. Sperti yang saya bilang sebelumnya, tempat wisata alam Kubar is very nature dan belum tereksplorasi dengan baik. Jadi gak ada fasilitas kayak kamar mandi, musholla, dan orang jualan. Bener-bener asli hanya hutan dengan air terjun. Jadi kalo kalian kesana bawa bekal makanan sendiri dan siap ganti baju tanpa kamar mandi.


Brrrrrrrrrrr

Ini Mbak Malaaaaaa, 
                                                             

Andai gak ada Kak tebe di belakang, foto ini akan sempurna.

Segerrrrrrr kaaaaan.

3. Lamin Eheng
Lamin adalah rumah adat Suku Dayak. Di Kubar kalian bisa menemukan Rumah Lamin yang masih digunakan sebagai tempat tinggal oleh masyarakat Dayak. Salah satunya ada di  Kampung Pepas Eheng Kecamatan Barong Tongkok. Banyak sekali wisatawan mancanegara yang berkunjung kesini untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Dayak.


Hai


4. Jantur Dora
Kita ke Jantur lagi, kali ini ke Jantur Dora. Kalau dibandingin sama Inar, air terjun Jantur Dora lebih rendah dan permukaannya landai. Jadi bisa berenang dan lompat dari atas air terjun. Jangan sekali-sekali lakukan itu di Jantur Inar karena bisa gagar otak, soalnya batu semua bawahnya. Track menuju jantur Dora lebih sulit karena kita harus jalan kaki dan nyeberang sungai ke dalam hutan. Kalau dibandingin indahnya, indah semua. What a wonderfull water fall. 



Alam, terimakasih untuk menjadi indah


Jinjing rok biar gak basah.



Ini Kak Dhani NET TV


Ini Kak Tebe


Perjalanan dihari pertama selesai. Alhamdulillah malamnya gak kemana-mana jadi bisa istirahat. Tapi rupanya Kak Tebe gak mau saya istirahat dengan tenang. Malamnya kita syuting lagi, wawancara ekslusif bareng Pak SP (Syafruddin Pernyata). 

Jumat (15/12) sekaligus hari terakhir, kami ngunjungi tempat-tempat bersejarah di Kubar. Pertama ke   Stadion Swalas Gunaq, disana ada bunker peninggalan Belanda, terus werrr ke Cagar Budaya depan Bandara Melalan, terus werrr lagi ke Markas TNI AU. Terakhir kami pergi ke bekas Rumah Sakit peninggalan Belanda yang sekarang jadi Kantor PDAM Kubar. Dari sana baru lanjut lagi ke obyek wisata. Lanjut aja yaa listnya. . .


Mungkin captionnya akan seperti ini: "Orang punya cara masing-masing untuk bahagia."

5. Kersik Luway
Ini adalah hutan dengan pasir putih kayak di pantai. Jadi daripada Rangga bingung mau teriak di hutan atau nyanyi di pantai, mending nyanyi dan teriak di Kersik Luway aja. Kersik Luwai ini seperti hutan labirin. Jalannya lorong-lorong yang dikelilingi sama pohon. Jadi jangan pernah masuk ke hutan ini sendiri. Bisa nyasar. Tempat ini jadi cagar alam karena banyak flora langka didalamnya. terutama ada puluhan jenis anggrek dan saya nemu kantong semar juga loh. 
Maze Runner syuting disini kayaknya bagus.

Kantong Semarrrrr. Dulu kelas 5 SD pas pelajaran IPA disuruh nyari kantong semar, sampe ke ujung dunia gak nemu.

6. Situs Sentawar
Konon di tempat inilah asal usul dari masyarakat Dayak. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, di tempat ini Dewa Aji Tulur Jejangkat turun ke bumi dan kemudian menikah dengan Mok Manor Bulatn. Dari Pernikahan tersebut, mereka di karuniai 5 orang anak yang masing-masing menjadi nenek moyang dari suku-suku Dayak. Pertama Sualas Guna suku Dayak Tunjung, Nara Guna suku Dayak Benuaq, Jeliban Bena Dayak Bahau, Tantan Guna Dayak Kenya dan Puncan Karna Dayak Kutai. 

Nama Sendawar juga berasal dari kata "Sentawar." Situs Sentawar ini terletak di tepi Sungai Mahakam. Ada pendopo yang biasa dipake buat acara adat dan ada 7 patung kayu yang diukir dengan nama Dewa Aji Tulur jejangkat dan anak-anaknya. 


Udah segitu aja dulu cerita tentang Kubarnya. Semoga yang baca punya kesempatan ke Kubar semua. rasakan eksotisnya tempat dan budaya daerah ini. Kubar I'm in love..... Dadaaaaaaah


Thanks for read,

Khajjar R.

Haloooo Ha temen-temen :)

Saya nulis ini lagi di Perpustakaan Daerah (Pusda) dan saya baru tau di sini ada ruang khusus perpustakaan digital yang free wifi, asik banget nggak sih? Sebenernya udah beberapa hari sering ke sini, cuma yaa langsung milih ke meja paling sudut, buka laptop terus fokus ngerjain skripsi. Ngandalin hostpot pribadi karena saya gak punya kartu perpus buat login wifi nya. Kebetulan tadi iseng aja make pc yang kosong dan ternyata connect internet. Wow

Saya langsung excited. Buka apa yaa buka apa, akhirnya yaa udah saya ngeblog aja. Niatnya mau ngerjain skripsi tapi file skripsi saya kan di laptop dan saya gak ada flash disk. Jadi yaa udah saya melakukan sebisa yang saya lakukan bersama pc ini. Unchhhh peluk PC. Berasa ngewarnet gratis. Karena kanan kiri saya anak SMP yang baru pulang sekolah. Anak baik, pulang sekolah langsung ke perpus.

Sambil ngetik sambil ndengerin musik di Youtube. Tanpa memikirkan hemat kuota. Asik banget yaa. Ini baru hidup merdeka.

Buat temen-temen yang belum tau, ada fasilitas seperti ini di Pusda (macam saya) hayyuuk mari ke sini. Dari pada hang out terus ngabisin duit mending ke sini, bisa nambah ilmu.


Ini ruangannyaaa

Awalnya saya gak tau mau nulis apa, saya cuma iseng ngeblog. Akhirnya yaa udah saya nyicil Catatan Sketsa aja lagi biar seri tulisan ini cepet selesai.

Dua hari yang lalu, saya ada ke sekre buat rapat sama anak-anak BPI. Dan saya merasakan semuanya masih sama. Meskipun desain sekre udah berubah, struktur organisasi udah diganti, lemarinya udah pindah, tapi rasanya, hawanya masih sama seperti setahun yang lalu. Gak ada yang berubah. Apa lagi pas selesai rapat, Fira bilang gini ke saya "Liat kakak ngomong rasanya jadi kayak flashback ke tahun lalu kalo pas rapat redaksi," huuhu saya jadi baper. Itu kenapa saya gak mau sering-sering ke Sekre. Bikin gagal move on.

Pas pulang, turun tangga, ngelewatin lobby SC terus ke motor juga baper. Itu hal yang tiap hari saya lakukan dulu. Ternyata rutinitas sederhana yang tiap hari kita jalani, ketika sudah tidak lagi, itu bisa membuat rindu.

Saya sering banget kangen sama Sketsa dan segala hal di dalamnya. Untuk menutupi rasa kangen itu, saya langsung cepat alihkan dengan kegiatan lain. Misalnya, yaa kayak ke perpus gini. Untuk menenangkan diri, saya selalu bilang dalam hati "gak papa Jar, nanti juga biasa," biasa untuk gak kangen maksudnya. Walau pun, jujur, itu sangat sulit.

Lah, baper lagi. Lanjut aja lah, berikut beberapa hal yang gak bisa di lupain di Sketsa:

1. Sekre
Sekre itu udah kayak anggota juga buat Sketsa. Dia macam ruh, ada nyawanya. Saya sayang banget sama sekre. Sekre Sketsa dulu namanya  'Ujur'. Sebelumnya kita gak pernah nyebut sekre. Nyebutnya ujur. "Hari ini rapat yaa di ujur,/ Nanti di ujur aja/ Kapan ke ujur?" ujur mengarah pada sekre. Kita baru nyebut sekre pas nama Ujur di ubah jadi Sketsa. Jadi kita nyebutnya Sekre Sketsa. Sekre udah jadi tempat apa aja. Ya makan, ya tidur, ya nginep, ya rapat, ya nonton, dan lain-lain. Kadang saya kangen sama sekre, melebihi kangen sama anggota. Berikut beberapa foto aktivitas kita di sekre:


Ini pas persiapan S3D mau nyebar proposal.

Pelatihan bareng Pak Syafril Teha Noer
Reward bulanan Redaksi

Pas sekre lagi rame
Makan-makan
Syukuran 1 dekade Sketsa

2. Rapat Redaksi
Karena ini agenda mingguan dan jadi anggota wajib buat seluruh anggota, memori rapat redaksi masih melekat sampe sekarang. Apa aja sih yang kita bahas di rapat redaksi? Banyak. Mulai dari isu buat jadi bahan berita, evaluasi liputan, rencana liputan seminggu ke depan dan agenda redaksi lainnya. Belum lagi kalo ada debat. Yang paling sering banget debat pas rapat redaksi itu Wawal dan Amel. Dulu mereka Ketred dan Redpel. Sekarang posisinya meningkat jadi Ketum sama Ketred. Dan pasti jadi lebih rame debatnya.

Rapat Redaksi di Halaman SC

Suasana Rapat

Rapat di Ladang

3. Begadang Majalah
Ngerjain majalah gak pernah gak begadang. Rasanya emang harus begdang buat ngumpulin semua tim. Terutama editor dan layouter. Sebenernya kalo taat deadline, bisa aja ngerjain majalah tanpa begadang. Tapi faktanya pasti molor dan mepet deadline. Kalo udah gitu, pasti deh SKS ngebut edit-desain-edit-desain. Tapi justru itu yang seru banget, kita begadangan di sekre, terus makan tengah malam bareng-bareng. Suasana horor pergi ke wc atau ke mushola di Fahutan pas dini hari.



Moment begadang majalah terakhir, waktu itu pas begadang majalah edisi 31 plus majalah buat ikut lomba indie. Itu bener-bener, sumpahhhh gokil abis. Di begadang malam itu Wawal muter lagunya Gfriend-Summer Rain dan meracuni yang lain, sampe akhirnya saya jadi sukkka juga sama lagunya. Dan momen pas saya sholat isha jam 12 malem di sekre terus Kiki terrriaaak karena inget adegan 'Rini shalat di Film Pengabdi Setan.' Itu gila sih. Gak usah tanya saya gimana. Gak jadi sholat.

Karena kalo kalian nonton filmnya, itu ada hantunya entar dibalik mukena. Hiiiii. Tapi akhirnya saya shalat juga, ditemenin Dwi duduk di depan saya buat mastikan kalo gak bakal ada hantu. Haha

4. Makan Barreng
Anak sketsa selalu janjian buat makan bareng. Biasanya sih pas makan siang dan malam. hal yang selalu dilakukan adalah berdebat milih tempat makan. Biasanya kita ribut milih tempat makan, yang satu mau makan ini, dan yang lain mau makan itu,  yang lainnya lagi menyaratkan harus ada wifi dan pilihan terakhir yang keseringan pasti kita makan di  Triple 7 karena disana yang punya banyak varian menu dan wifi gratis (trepenting).


5. Mie Pedes Mampus
Karena kita sering bingung nentuin tempat makan, makan mie pedes di sekre adalah pilihan tersering ke dua. Kita pasti setuju kalo Indomie adalah mi tanah air semua orang Indonesia. Di apain aja enak termasuk diolah sama creative food buat jadi mie pedes. Kenapa kita selalu order dan makannya di sekkre karena kalo dibungkus rasanya keliatan lebih banyak dan  asik aja gitu makan mie barengan di Sekre. Sambil ceritaan gak jelas.

6. Sketsa Awards (SA)
Kenapa SA selalu jadi hal yang gak terlupakan. Karena ini satu-satunya event tahunannya Sketsa yang isinya have fun have fun aja. SA itu kayak ajang penghargaan buat anggota sketsa dan selalu ada tema khusus setiap tahunnya. Terhitung saya sudah tiga kali ngikutin sketsa awards. Yang pertama tahun 2015 temanya vintage gitu. Tahun kedua 2016 temanya ala-ala promnight. Dan lastly 2017 yang paling seru dan paling beda. Pertama konsepnya aja udah keren dan gak biasa yaitu back to school, dan dresscodenya baju sekolah plus didukung sama tempat acara yang classy banget di aula rumah jabatan rektor (soalnya kita biasanya di aula SC aja). Ini yang bikin SA 2017 beda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada penampilan masing-masing angkatan. Angkatan 9 yang peformance-nya paling keren. Mereka nge-cover lagu- Ingatlah Hari Ini by Project Pop sampai terbayang bahkan di hari-hari setelahnya.

Sketsa Awards 2016


*Sebenernya masih banyak, tapi sementara itu aja dulu. Akan di update setelah ini.

Lah gimana mau move on kalo diinget-inget terus kenangannya. Cara orang move on kan beda-beda. Buat saya, indikator keberhasilan move on saya adalah, ketika saya sudah bisa tersenyum manis mengenang semua hal yang pernah saya jalanin. Mau sepahit atau sesedih apa pun itu saya tetap tersenyum mengingatnya untuk bersyukur bahwa saya pernah diberi kesempatan merasakannya. Dalam hidup yang saya jalani.  

Salam rindu buat sketsa,

Khajjar R


Hai guys, lama yaa saya gak nulis, haha (dalam hati pada jawab “GAK NANYA!”). Padahal saya narget loh, nge-blog itu minimal seminggu sekali. Tapi realisasinya yaa se-sempatnya aja. Oke, ini basa-basi aja sih, di tulisan ini bukan cerita tentang “Catatan Sketsa” lagi, karena mungkin kalian bosen mbacanya. Atau lebih tepatnya saya sih yang bosen bahas topik yang sama berkali-kali. Saya tuh nulis yang lagi saya pikirin aja. Dan sekarang saya lagi mikirin ini nih;. . .



Pernah gak sih kalian ngerasa stress? Punya banyak banget masalah dan gak tau gimana ngatasinnya? Atau deadline kerjaan/tugas yang numpuk segunung dan bingung mulai ngerjain dari mana? Yang lebih parah dari itu, ngerasa rencana yang udah kalian susun gak sesuai target, mimpi makin jauh diraih, gagal sukses, kecewa sama diri sendiri, ngerasa hidup ini gak adil, cobaan hidup paling berat, ngiri sama kesuksesan teman, sampai dititik terendah “udah gue mati aja.”

Saya menyebut semua indikasi di atas sebagai gejala STRESS. Pokoknya kalo saya lagi ngerasain satu aja dari semua indikasi itu, saya udah bilang "stress."  Walau pun, saya mengucapkan itu, hanya sebagai bentuk ekspresi. Dan patut disyukuri ketika saya menyadari saya sedang stress. Berarti saya tidak benar-benar stress. Karena orang yang stress sungguhan, dia tidak menyadari kalau dia sedang stress. (Paham enggak maksudnya? Maksud saya orang gila tidak menyebut dirinya gila.) 
  

Jadi sebelum saya benar-benar stress, saya berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran. Yaa hidup gak selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan. Kadang ada beban yang rasanya beraaaat sekali. Kita sebagai manusia yaa hanya bisa trus berusaha, berdoa dan jalani. Face it! karena menyerah bukan pilihan. Kan ada tuh pepatah yang bilang hidup itu kayak roda, kadang kita di atas, kadang juga di bawah. Jadi kalau kita sedang merasa ada ‘di bawah’ anggap aja itu memang fase hidup yang harus kita jalani. Badai pasti berlalu. Ada kalimat bijak dari Syair Imam Syafi’i yang saya suka banget, “Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari. Karena tak ada yang abadi, semua kan datang dan pergi,” Kalau kita pernah tertawa untuk hal yang sangat membahagiakan, maka kita juga harus siap menangis untuk hal yang sangat menyedihkan. 
source image: tanyaapa.co/



Tapi meskipun udah berusaha tegar, tetep aja hati gak bisa di bohongin, kalau lagi stress banyak pikiran, hati tanpa diminta, yaa galau aja bawaannya. Jadi kita butuh treatment untuk menenangkan dan menghibur hati, untuk kemudian kembali lagi dan menyelesaikan masalah-masalah itu. Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mengatasi stress saya. Gak semuanya bagus. Kalo ada yang bermanfaat ambil aja, kalo gak ada, oke buat saya aja. 



1.      Tidur

Saya ini sleepaholic sejati. Saya gampang banget tidur. Mau seberat apapun beban hidup atau masalah yang sedang saya hadapi, itu tidak mengganggu aktivitas tidur saya sama sekali. Biasanya kalo udah banyak kerjaan dan stress mau mulai dari mana, malah saya tinggal tidur tuh. Karena kalo kualitas tidurmu baik, badan bisa kembali fit, dan siapa tau bangun tidur malah dapat inspirasi. Siapa tau bangun tidur, skripsi udah selesai. Haha
image: http://khususandroid2015.blogspot.co.id


2.      Makan
Ya biar gak stress juga kita pasti makan setiap hari. Maksudnya saya makan yang bisa mengguggah selera, makan makanan kesukaan misalnya. Stress bisa dilampiaskan ke makanan. Misal kalo lagi jengkel, makan yang pedes-pedes gitu. Atau makan makanan kesukaan yang jarang kamu makan. Emmm makan bulgogi kayaknya enak nih!
Source image: asiangrup.com
 
Cari Nasi Biryani di Samarinda kemana yaa?
Bulgogitarian 👍




3.      Baca buku
Biasanya saya suka baca buku motivasi, apa lagi kalo lagi down, baca buku yang bisa menginspirasi dan membangkitkan semangat. Misalnya novel atau biografi tokoh. Tapi kalo lagi banyak yang dipikirin yaa gak fokus mbaca. Karna baca juga pake pikiran. Kalo udah gitu baca buku yang ringan-ringan aja, yang genre humor atau komedi. Atau baca blog yang lucu-lucu. Saya suka bacain travel blogger-nya www.cumilebay.com atau mbacain review film dari http://penyiarkesasar.blogspot.co.id/   karena bahasanya lucu.
inspirasi.co
Salah satu buku motivasi favorite saya itu "Notes from Qatar 1,2,3" dari Muhammad Assad (Source image: muhammadassad.wordpress.com)

 
Dan buku biografi seriesnya Eyang Habibie (source image: bukalapak.com)
4.      Nonton film
Jenis film yang saya suka itu genre mellow-drama yang mengharu biru gitu, biasanya kalo lagi stress, kepengen nangis pancingannya nonton film. Nangis bisa jadi therapy dan abis itu saya bisa lebih tenang. Well, rekomendasi film sedih banget yang bisa kalian tonton di antaranya, Daisy, Miracle in Cell No.7, Wedding Dress (Korea), Habibie Ainun, Hafalan Shalat Delisa (Indonesia), Children of Heaven, Turtles Can Fly, (Middle east). Dari film tersebut, kita bisa lebih bersyukur bahwa hidup kita tidak setragis mereka.
Ini film tentang anak-anak korban perang invasi AS-Irak tahun 2003 (source image: fourlook.com)
Cinta segi tiga antara pembunuh, pelukis, dan polisi. A complicated love story (source image: pinterest.com)



5.      Kumpul sama temen,
Kadang kumpul sama temen juga bisa jadi obat, apalagi kalo punya tipe temen yang gesrek,  gampang jadi hiburan. Dikit-dikit ketawa. Atau temen-temen yang senasib jadi gak ngerasa cobaan idup paling berat sendiri. Bisa menertawakan nasib bersama.
Senyum kepada nasib "gak wisuda-wisuda"


6.      Kumpul sama orang bijak beriman
Kalo ngumpul sama temen belum cukup jadi obat, atau bikin tambah banyak dosa karena kerjaannya ngerumpi aja. Yaudah kumpul sama yang alim-alim, biasanya kalo kumpulnya sama temen-temen beriman, bisa jadi muhasabah diri dan memberikan nasehat-asehat bijak.  Ikut kajian apa kek, barengan gitu.



7.      Ngaji
Beda lo rasanya ngaji nderes biasa sama pas lagi niat buat ngobatin hati, Qur'an itu kayak tau isi hati pembacanya, jadi kalo emang lagi niat mbacanya untuk ngibur diri gak tau kenapa bawaanya jadi tenng gitu, bahkan bisa mbrebes. Cobalaah. 
www.pesantren-quran.com

8.      Shalat malam
Saya gak mau sok religius sih, tapi shalat malam emang bisa banget nenangin hati. Tapi saya kalo yang ini sih jarang. Disebabkan oleh kebiasaan yang pertama.

Ngena banget (pinterest.com)

9.      Ke masjid
Masjid kan tempat kebaikan, tempatnya orang ibadah. Coba aja ke Islamic Center, terus ngaji atau klesotan aja disana sambil merenung. Mungkin stress kita disebabkan oleh karena banyak dosa.
http://haluannews.com

10.  Ke perpustakaan
Ke perpustakaan ngapain? Karna gak punya duit buat beli buku. Jadi baca bukunya di perpus. Dan lagi,  perpus itu hawa positif akademiknya bagus banget. Produktivitas membaca dan menulis meningkat. Apalagi kalo wifi-nya lancar. Mantap dah.  
www.padamu.net

11.  Nulis
Saya biasa menumpahkan segala kepenatan lewat tulisan diary. Rasanya bisa lebih tenang gitu setelah nulis. Salah satunya dengan ngeblog gini. Nulis, share, terus ada yang baca, jadi hiburan aja sih, rasanya kayak kamu gak hidup sendiri dan banyak yang care sama kamu. Dengan nulis juga perasaan jadi plong karena rasanya seperti berbagi cerita ke banyak orang. Jadi gak dipendem sendiri. Rasanya semua orang mau mendengarkan ceritamu.
http://artemiscanada.com

12.  Jalan-jalan
Ya kalo saya orang kaya banyak duit, stress dikit langsung ke luar negeri gitu,  ndaki Gunung Fuji, mancing ke Maldives atau ke taman bunga tulip di Belanda, atau minimal mantai ke Bali  gitu kaan. Tapi yaa karena itu hanya mimpi, jadi ke kenyataan yang dekat-dekat aja lah yaa. Kalau lagi stress itu bisa di relaksasi dengan pergi ke tempat yang alam banget. Wisata alam, biar bisa menyejukkan pikiran kalut.
Pantai Tanah Merah, Samboja

Jantur Dora, Kutai Barat

13.  Silaturahmi
Konon silaturahmi bisa memanjangkan umur dan nambah rezeki loh . Kalo lagi stress, silaturahmi aja ke keluarga jauh atau temen lama. Ngenang masa indah dulu, bekesahan dll. Gitu lah pokoknya. 
Tiba-tiba kangen temen KKN

14.  Curhat
Bisa sama temen atau ke keluarga, lebih bagus lagi ke Allah. Saya paling jarang curhat ke keluarga. Biasa kalo anak perempuan, curhat kan ke Ibu yaa. Tapi saya gak bisa ngelakuin itu. Karena dulu pernah waktu SMA lagi stress ngadapein UN, saya curhat lewat telpon nangis-nangis  ke Ibu sya, dan Ibu saya jadi ikutan nagis jugak. Abis itu saya jadi ngerasa bersalah karena udah bikin beliau nangis. Jadi abis itu, ada masalah apa pun, saya gak pernah curhat ke orang tua karena gak mau bikin mereka sedih. Paling yaa sekedar informasi singkat aja “aku lagi banyak masalah,”terus Bapak saya bakal njawapin, "Kalo ga ada masalah, gak hidup namanya!"

Well, itu adalah cara saya mengatasi stress. List di atas gak urut yaa. Misal langkah pertama saya ngatasin stress itu yang pertama, tidur dulu, kalo belum ilang juga stressnya ya makan abis makan baca buku, gak gitu. Random aja pokoknya. Saya lagi stress, terus pengennya lagi apa, kalo ada duit yaa makan sampe puas, kalo gak ada duit yaa ke masjid apa perpus. Kalo pas bisa bangun malam yaa shalat. Gitu aja.

Kadang make satu cara aja udah berhasil ngilangin stress, kadang juga enggak. Tergantung tingkat stress yang saya hadapi. Tapi kalo 14 tips udah saya lakuin dan stress juga belum ilang-ilang. Oke kayaknya saya akan pergi ke psikiater untuk memastikan saya belum gila beneran. 

Nah kalo hati udah oke, stress udah ilang,  balik lagi ke masalahmu. Hadapi dan selesaikan!. Semua orang pasti punya masalah. Semua orang pernah ada di titik terendah dalam hidupnya. Tapi yang bikin beda adalah gimana cara kita bersikap untuk mengatasinya.  
Kalo cara kalian ngatasin stress gimana? Boleh share dong yaa, di komen. Siapa tau bisa jadi referensi baru buat saya haha. 

Thanks, salam stress
Khajjar


BERSAMAMU ITU MENYENANGKAN
RASANYA MAU SETIAP HARI


Newer Posts Older Posts Home

Best of Mine

Best of Mine
Don't judge me too much if you don't know me too well

ABOUT AUTHOR

Suka Nulis || Suka Cerita || Suka Hal Baru || Dan Suka Kamu!! Terima Kasih Sudah Berkunjung :D

AmazingCounters.com

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  August (1)
      • Terima Kasih, Pak Faisal dan Bu Irene
  • ►  2025 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2024 (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2023 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2022 (9)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2020 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2019 (2)
    • ►  October (2)
  • ►  2018 (15)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  May (3)
    • ►  April (1)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (12)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (8)
    • ►  December (1)
    • ►  September (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)

Categories

  • Article
  • Impression
  • Prolife
  • Travelog

POPULAR POSTS

  • CATATAN SKETSA: JADI GINI RASANYA DEMIS. . .
  • 15 TH OCTOBER
  • CATATAN SKETSA: BEHIND THE SCENE (BTS) BINCANG EKSKLUSIF BERSAMA PAK REKTOR
  • Review Film: Dilan 1990

Copyright © 2016 THE CORNER OF MY WORLD . Created by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates